Anak Jalanan Tak Kunjung Tuntas, Rafdinal “Sentil” Wali Kota Medan: Kalau Tak Mampu, Copot Kadis Sosial!


MEDAN — 

Persoalan anak jalanan dan anak terlantar di Kota Medan kembali menuai sorotan tajam. Ketua Forum Panti Asuhan Sumatera Utara (FPASU), Rafdinal, S.Sos., MAP, mendesak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khairuddin Rangkuti.

Bahkan, Rafdinal secara terbuka meminta Wali Kota Medan mencopot Kadis Sosial apabila dinilai tidak mampu menghadirkan terobosan nyata dalam menyelesaikan persoalan anak jalanan dan anak terlantar.

Rafdinal menilai, pernyataan pemerintah mengenai penyelamatan anak dari jalanan jangan berhenti sebatas pidato, forum diskusi, ataupun wacana. Menurutnya, masyarakat membutuhkan bukti nyata berupa program dan tindakan yang benar-benar terlihat di lapangan.

“Tidak ada terobosan dari beliau. Sudah empat tahun beliau menjabat, tetapi persoalan anak jalanan tak kunjung tuntas. Wali Kota Rico Waas berulang kali menyampaikan bahwa anak-anak di Kota Medan harus diselamatkan dari jalanan dalam berbagai forum. Tetapi kita lihat apa? Tidak dieksekusi di tingkat OPD yang bersangkutan,” tegas Rafdinal di Medan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Rafdinal, kondisi tersebut menjadi ironi karena pemerintah memiliki perangkat dan kewenangan untuk menangani persoalan sosial, sementara panti asuhan dan LKSA justru berada di garis depan dalam memberikan pengasuhan kepada anak-anak yang membutuhkan perlindungan.

Namun, ia menilai keberadaan panti selama ini belum mendapatkan dukungan yang sebanding dari pemerintah daerah.

 “Kami sebagai panti hanya menerima pengasuhan. Pemda mengantarkan anak-anak itu kepada kami. Tetapi tidak ada dukungan yang memadai. Jangan kemudian selalu berlindung di balik alasan aturan. Buktinya, Kota Padang bisa menganggarkan,” ujarnya.

Rafdinal menegaskan, panti asuhan bukan tempat untuk sekadar “menampung” persoalan pemerintah, melainkan mitra strategis dalam memastikan anak-anak mendapatkan pengasuhan dan perlindungan yang layak.

Karena itu, menurutnya, pemerintah harus berani mengalokasikan kebijakan dan anggaran yang jelas untuk mendukung lembaga-lembaga pengasuhan anak.

Rafdinal yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan dan presidium aliansi organisasi masyarakat Islam tersebut juga mempertanyakan komitmen evaluasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Ia mengingatkan bahwa Wali Kota Medan sebelumnya menyampaikan komitmen untuk melakukan evaluasi terhadap pejabat secara berkala.

 “Pak Wali jangan ragu. Kalau memang tidak mampu menghadirkan terobosan, copot saja Kadis Sosial. Pak Wali pernah mengatakan pejabat di pemerintahannya akan dievaluasi setiap enam bulan. Ini sudah lebih dari setahun sejak Rico Waas menjadi wali kota, tetapi yang bersangkutan masih menjabat. Untuk itu kami meminta evaluasi yang serius,” tegasnya.

Menurut Rafdinal, ukuran keberhasilan Dinas Sosial tidak semestinya hanya dilihat dari laporan administratif atau kegiatan seremonial. Yang jauh lebih penting adalah seberapa jauh pemerintah mampu mengurangi jumlah anak yang berada di jalan dan memastikan anak-anak terlantar mendapatkan pengasuhan, pendidikan, serta perlindungan yang layak.

Ia pun meminta Wali Kota Medan menjadikan persoalan anak sebagai salah satu indikator utama evaluasi kinerja OPD.

“Jangan hanya mengatakan anak-anak Medan harus diselamatkan dari jalanan. Pertanyaannya sederhana: siapa yang mengeksekusi dan apa hasilnya? Kalau persoalan yang sama terus berulang, tentu masyarakat berhak mempertanyakan kinerja OPD yang bertanggung jawab,” katanya.

Rafdinal berharap Wali Kota Medan segera mengambil langkah konkret dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan anak jalanan dan anak terlantar, termasuk mengevaluasi pola kerja sama serta dukungan pemerintah terhadap panti asuhan dan LKSA.

“Anak-anak tidak bisa menunggu terlalu lama. Pemerintah harus segera bertindak. Kalau pejabat yang bertanggung jawab tidak mampu menghadirkan perubahan, ya jangan dipertahankan hanya karena alasan jabatan,” pungkas Rafdinal.(R03)

Posting Komentar

0 Komentar